Ironi Umroh


Ketika ibadah adalah ritual semata, saat Tuhan hanya hadir saat kita merasa butuh. Lantas dimana hakekat tauhid kita ? Ibadah umroh dengan pilihan paket umroh yang harganya taklah murah, hanya sekedar pajangan prasasti ibadah yang kadang tanpa penghayatan.Ibadah haji, kadang tak hanya kebanggan yang disandang hanya karena imbuhan "H" di depan nama, oh alangkah telah tersesatnya kita.

Lantas dimana keagungan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keseharian kita ? Di jalanan ibukota sesama pengguna saling memaki bahkan kadang beradu fisik. Di saat hari-hari kita diisi kebencian dan bahkan rasa dendam, lantas dimana kehusyukan kita saat beribadah di hadapan ka'bah ? semua tergerus oleh suasana penuh persaingan hidup.

Umroh kadang kala telah menjadi ritual akan egoisnya kita, umroh kadang kehilangan makna manakala substansi ibadah terkubur oleh keinginan manusia untuk dipuji. Umroh kadang tentang seberapa mahal harga paket umroh yang dipilih. Umroh tak selamanya tentang nilai, kadang hanya tentang angka-angka, biaya umroh memang tak murah, apalagi paket umroh desember atau paket umroh ramadhan, tapi yang jauh lebih penting dari itu semua adalah nilai yang terkandung dari ibadah ini. Lantas bagaimana ibadah umroh berdampak pada kehidupan keseharian kita setelah itu ?

Bukan pada hotel apa tempat kita menginap, bintang berapa ? atau berapa banyak biaya umroh yang kita keluarkan dan siapa saja yang kita bayarkan umrohnya. Ini bukan substansi hanya penunjang saja, semoga kita tak salah arti.



Posted by
....

More

Green Initiative dan Bahan Bangunan Masa Depan

Rumahku istanaku, begitu idealnya hidup. Rumah dalam konteks fisik haruslah memenuhi syarat daya tahan, keindahan dan juga daya jangkau. Sedangkan dalam konteks psikologis, rumah harus bisa membawa suasana tenteram dan menyenangkan bagi penghuninya.

Tulisan ini tak akan membahas semen dari aspek psikologisnya, karena tiap kita punya standar yang berbeda-beda. Justru lebih mudah dan terukur membahas rumah dari aspek fisiknya. Aspek fisik akan sangat menentukan kualitas kehidupan di dalamnya. Banyak diantara kita yang sejauh ini masih mendamba kehadiran sebuah rumah sebagai tempat berteduh dan berbagi kisah dengan keluarga.

Di awal tulisan disebutkan, paling tidak ada tiga syarat yang harus dipenuhi sebuah rumah bagi sebuah keluarga; daya tahan, daya jangkau dan keindahan. Salah satu bahan bangunan yang akan sangat menentukan tiga syarat tersebut adalah perekat atau biasanya kita kenal dengan sebutan semen. Mengapa perekat menjadi sangat penting perannya ?

Pertama, perekat sangat menentukan kualitas dan daya tahan dari sebuah bangunan. Biasanya kerekatan sebuah rumah ditentukan dari kualitas perekatnya. Kerap kita melihat rumah atau bangunan yang belum lama dibangun tapi dinding, lantai atau bahkan pondasi yang sudah retak. Hal ini bisa disebabkan karena faktor alam (kondisi tanah atau bencana misalnya) tapi di luar faktor itu, kualitas perekat jadi faktor penentu.

Kedua, perekat atau semen adalah item belanja dalam pembangunan rumah atau bangunan lain yang sangat dominan dari sisi anggaran. Jika kualitas perekatnya tak baik, maka kerugian secara finansial akan sangta tinggi. Artinya aspek daya jangkau rumah atau bangunan tersebut menjadi rendah.

Ketiga, kualitas perekat juga menentukan aspek kesehatan penghuni rumah atau bangunan.
Nah, sebagai orang yang tengah mewujudkan mimpi membangun rumah, saya berharap ke depan perekat bangunan tidak hanya berkualitas dari aspek daya tahan, tapi juga ramah lingkungan dan ramah anggaran.
Selama ini jika membincang industri semen, yang terpikir adalah sebuah proses produksi yang panjang dimana aspek lingkungan bukan menjadi pertimbangan. Kemudian aspek kesehatan konsumen kerap diabaikan. Untunglah industri semen di Indonesia belakangan ini telah mencoba mengedepankan aspek sustainable industry dan juga sustainable cement initiative ke dalam core bisnis mereka.

Ke depan tak ada pilihan lain bagi industri semen kita, harus mengedepankan aspek tersebut. Paling tidak ada beberapa hal yang bisa dilakukan industri perekat bangunan agar ramah lingkungan :

Pertama, bahan baku pembuatan perekat bangunan semakin lama semakin langkah dan keberadaan bahan baku biasanya beririsan dengan lokasi lindung yang kaya akan keanekaragam hayati dna bertopografi unik. Maka, bahan baku alternatif seperti lumpur layak dicobakan.

Kedua, proses eksplorasi, produksi dan distribusi perekat bangunan telah berkontribusi bagi peningkatan emisi CO2. Maka, industri semen harus melimitasi secara siginifikan penghasilan CO2 dari proses industri mereka. Misalnya dengan mencoba menggunakan bahan bakar ramah lingkungan, bio-diesel atau juga dengan mencoba pola distribusi dengan transportasi yang ramah lingkungan.

Ketiga, wilayah pasca operasi bahan baku semen harus dihijaukan kembali. Hal ini untuk memastikan bahwa dampak ekologis industri semen bisa ditekan. Terutama menyangkut keragaman biodiversitas sebuah wilayah.

Keempat, penerapan FPIC (Free Prior Inform Consent) terhadap komunitas (masyarakat) yang ada di sekitar lokasi penambangan dan juga lokasi produksi mutlak dilakukan. Dukungan komunitas terhadap industri adalah penting, mengingat pelibatan komunitas bisa untuk melimitasi potensi dampak lingkungan. 
Komunitas adalah early warning alarm jika proses industri semen berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat. Jika dampak itu terdeteksi lebih awal, maka langkah pencegahan bisa dilakukan. Di samping itu komunitas biasanya jauh lebih memahami karakter sebuah wilayah yang telah mereka huni dari generasi ke generasi, maka pengetahuan lokal menjadi mutlak untuk menentukan strategi industri yang ramah lingkungan.

Kelima, industri semen harus mampu mengedukasi konsumennya agar bisa menggunakan perekat bangunan secara efektif dan ramah lingkungan. Semakin sedikit semen yang terbuang dalam proses penggunaannya, maka semakin kecil dampaknya terhadap lingkungan.

Pada akhirnya, hal-hal di atas dapatlah kita sebuah sebagai green initiative dalam industri semen di Indonesia. Masa depan bumi sangat ditentukan oleh perilaku kita hari ini.  



Sebuah langkah menarik dilakukan oleh PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk yang merupakan produsen semen tiga roda yang mencoba menjadikan lumpur lapindo sebagai bahan baku alternatif bagi produk perekat bangunan mereka. Hal ini menjadi menarik karena disamping bentuk pemecahan masalah juga bentuk inisiatif yang ramah lingkungan. Edukasi terhadap konsumen juga gencar dilakukan entitas bisnis satu ini.


Kita nantikan saja sepak terjang industri semen kita dalam menjawab tantangan masa depan. Sebuah industri yang terus menerus mendorong green initiative dengan produk yang berkualitas serta ramah lingkungan.

Sumber foto : www.sementigaroda.com

Posted by
....

More

Lukisan Anak


Selalu mereka yang menuliskan sejarah, ya, pemenang ! Pecundang yang menuliskan sejarah dengan cepat akan dilupakan. Manusia memuja pemenang, pemenang apa saja. Apa salah ? tentu tidak. Tapi tahukah sejarah yang ditulis oleh pemenang, hanya melahirkan ruam di hari depan.

Sejarah yang ditulis pemenang adalah kebohongan, mengapa kebohongan ? karena ksatria pemenang tak mau sisi hitam nan kelam terkuak ke permukaan. Pemenang menuliskan sejarahnya dengan kebijaksanaan dan kesempurnaan. Tapi tahukah, itu omong kosong.

Sebuah bangsa yang memuja sejarah yang ditulis oleh pemenang akan menangguk ruam sejarah, rasa gatal yang menjalar disertai penampakkan yang tak sedap dipandang. Cepat atau lambat kebohongan akan terkuak. Tak semua sejarah tentang pemenang adalah kebohongan, itu pasti.

Tapi di negeriku sejarah tentang pemenang adalah sejarah kebohongan. Tak percaya ? aku tak pula mau membuktikan. Baca kembali sejarah-sejarah panjang para pemenang di negeri ini. Majapahit, Sriwijaya, Demak, Singosari, Mataran, Sukarno, Harto, Gus Dur, sampai Pak Beye adalah rentetan sejarah yang ditulis dengan rentetan fakta yang bertemali dengan kebohongan.

Sejarah yang tak berbohong adalah sejarah yang dihadirkan anak-anak lewat lukisan mereka.

Posted by
....

More

Airmata

Airmata, bisa mewakili apa saja; sedih, pedih, haru dan bahkan bahagia. Susi Susanti meluapkan kebahagiaan emas olimpiade 1992 dengan airmata, Barrack Obama mengekspresikan kepiluannya usai massacre di sebuah sekolah di Connecticut dengan bulir airmata.

 Pada tingkat yang lebih sehari-hari; seorang ibu yang melihat anaknya diterima jadi PNS berurai airmata, seorang suami yang mandapati istrinya selingkuh juga mengekspresikannya dengan airmata. Airmata melekat pada tiap manusia, tak peduli laki-laki atau perempuan. Dewi Shinta menangis, begitupun Hanoman. Susi Susanti menangis, begitu pula Alan Budikusuma, Suharto yang "nyaris setengah dewa" pun menangis melepas istri tercinta. Airmata diciptakan seperti ramuan mujarab; pelepas sedih, perlambang bahagia. Bahkan untuk yang paling biologis; airmata bisa membersihkan mata. How important tear for human being...

Airmata pada tiap kehadirannya selalu menyangkut hal yang luar biasa. Sedih yang luar biasa atau bahagia yang tak terucap. Tapi jangan lupa airmata juga bisa hadir saat-saat biasa saja; nonton film india misalnya, atau opera sabun, atau saat mata kecolok. Tapi airmata selalu membawa tanda tanya. Tiap kali kita melihat airmata menetes, secara otomatis kita bertanya; apa yang terjadi ? Tidak demikian dengan senyum, senyum hal biasa hadirnya tak selalu mengundang tanda tanya. Karena senyum itu barang obral, tidak demikian dengan airmata. Atau jangan-jangan airmata juga telah diobral ?

 image by huzer aprianayah

Posted by
....

More

Banjirlah Jakarta


In the middle of January 2007, i was trapped in a big flood near Grogol. It was so frustrated me, but somehow i enjoyed it. I take my pocket camera and take some pictures then. It was so ironic, i was so frustration but in the other hand i was so happy. Why ? Why ? (image upside was taken by me on that time)

Hari ini, lima tahun dari kejadian itu Jakarta kembali menghadapi banjir besar. Anehnya orang-orang di ibukota menghadapinya dengan suka cita, malah menurut pemberitaan, warga ibukota menikmati banjir di Jalan Tamrin dengan foto-foto. Honestly, it's good for Jakarta citizen; it's more like a heaven in the middle of the hell. Yeah, ironic. But it's cool dude !.

Mengapa banyak orang berbahagia ? mungkin orang-orang bahagia melihat sebuah "raksasa" diterjang sesuatu yang sederhana saja ; air. Limpahan air tersebut seolah menelanjangi ibukota dari tahun ke tahun. Sehebat dan secanggih apapun ibukota, banjir selalu bisa berkata ; You loose !

Banjir ibukota tak lagi tebang pilih, tak hanya menerjang kawasan kumuh di pinggiran ibukota. Tapi menerjang pula pusat-pusat kuasa. Jalan Tamrin-Sudirman yang menjadi sentra perputaran uang dalam jumlah yang tak terbilang pun keok dihajarnya, begitupun tak jauh dari istana negara.

Hahaha, sampai kapankah ibukota dan penghuninya masih berani pongah ? Berpestalah ibukota !

*Entah kenapa melihat suasana ibukota setahun terakhir mengingatkanku pada sebuah tulisan Simon Winchester "Krakatoa". Pada sebuah bab ia menggambarkan carut marut batavia sebelum ledakan besar Krakatau 1883. I know it just my fantasy....www.paketumrohdesember.com

Image by huzer apriansyah

Posted by
....

More

"5CM" hehehe

Novelnya best seller, layar lebarnya pun sudah jadi hit movie. Luar biasa ! Sayang, membaca novelnya aku hanya kuat 3 atau 4 halaman, langsung mual. Menonton filmnya cuma sanggup 10 menit, melayang 25 ribu di twenty one. Tak apalah pikirku, ketimbang otakku kram..!

Novel dan film ini akan sangat bermakna kalau kubaca atau kutonton 20 tahun yang lalu. Omong kosong biasanya sangat indah jika dinikmati dengan sedikit nalar. Eit ! jangan terjemahkan pernyataan barusan menjadi jasa penulis artikel 5CM sebagai omong kosong yang layak dinikmati bagi yang bernalar minim. Bukan-bukan itu maksudku..

Mana sanggup mengkritik novel dan film yang jadi hits ini. Alih-alih nulis novel yang dilayarlebarkan, nulis surat izin aja aku sulit. Tapi paling tidak dengan ketakberdayaanku itu aku tidak merusak banyak orang. Karena tulisan dan tontonan kerap kali mengakibatkan kerusakan akal pikiran..hehhehe

image : www.5cmthemovies.com

Posted by
....

More

Dunia Berstandar

Berbohong itu seni, konon begitu. Jika frase itu kita balik "Seni itu berbohong". Ah ngawur, seni itu justru kejujuran, ungkapan hati, Begitu katanya. Tapi bukankah seni itu nir standar, sedangkan berbohong atau tidak itu mengikuti standar, paling tidak standar moral.

Seni itu taklah bisa dikelompokkan menjadi seni baik dan seni tidak baik, seni berkualitas dan seni tak berkualitas, karena sejatinya seni perkara yang sangat subyektif, sulit distandarisasi yang sifatnya massal. Sedangkan segala sesuatu yang bernuansa nilai moral bisa distandarkan secara massal. Berbohong itu buruk, jujur itu baik. Begitulah ! Pertanyaannya mengapa dunia harus dibangun dengan berbagai standar ?


Perhatikan saja, sekolah juga distandar-standarkan, ada sekolah standar internasional, standar nasional dan standar ala kadar. Perhatikan sandal jepit ada yang standar ekspor dan standar impor. Tengok pula pekerja seks komersial, ada yang kelas (standar) tinggi (baca high class) dan ada yang kelas emperan.

Semua dimensi hidup manusia modern dijejali dengan standar-standar. Apakah kita semua dilibatkan untuk menentukan standar-standar itu ? Seribu persen saya yakin, tidak. Kita hanya pada posisi menerima dan mengamini tiap standar itu. Tentu standarisasi memudahkan kita menyederhanakan kompleksitas, tapi pada saat yang sama standarisasi menghilangkan keunikan (kekhasan).

Di dunia yang segala sesuatu menjadi sangat massal maka tak ada pilihan selain menyederhanakan segala sesuatu. Tak ada waktu untuk kerumitan. Pada akhirnya apakah standarisasi-standarisasi yang diciptakan itu sebuah kebohongan ? entahlah, yang jelas standarisasi adalah seni menyederhanakan, seni mereduksi..!

 Image by huzer apriansyah

Posted by
....

More

Cinta Sebatas Aksara

I love you, until my last breath ! You know ? I gonna gag ! Now, say love easier than turning the palm of the hand, but in the fact we don't really understand why we say that.

Memahami mengapa sebuah momen/peristiwa terjadi jauh lebih penting daripada memahami peristiwa itu sendiri. Cinta dalam kehidupan kita hari ini tak lebih dalam maknanya dari "Aku mau beli baju baru" atau "Gadget itu bagus yee..". Begitu tereduksinya kata yang satu itu. Layaknya sebuah komoditas cinta sudah masuk dalam fase obral bukan lagi barang vintage yang tinggi rasa dan tinggi harga. Mungkin akan ada jasa penulis seo cinta.

So, benarkah cinta harus diucapkan ? ah, sebagian kita pastilah jauh lebih bahagia mengucapkan atau mendengarkan cinta sebagai aksara bukan sebagai rasa.

 image by : huzer apriansyah

Posted by
....

More

Antagonist is Me

    
Dunia konon digerakkan oleh dua hal saja; benci dan cinta. Mencinta adalah pilihan bijak. Kita berlomba menggapai harmoni. But somehow world still on chaos and people still hating each other ?

 Imajinasi akan harmoni, cinta kasih dan kehangatan telah membuat manusia dunia bersepakat hati untuk menghardik tiap bentuk ketidakhamonisan; Perkelahian, perang, saling benci, saling memusuhi menjadi hal-hal yang terlarang.

Manusia modern dilatih untuk menggapai harmoni. I just wondering how come people around the world really hate on any kind of antagonistic. Sometime we forget that hating is one of important factor that making world run. No hate no world...So, let's being antagonist to make more hate on the world, and at the end world will be in truly harmony. Let's open ours mask...!

image by : huzer apriansyah

Posted by
....

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / Antagonist is me...

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger